Kegiatan diawali dengan shalat Dhuha yang dilaksanakan secara berjamaahbdengan pak Miftahul Arifin bertindak sebagai imam. Dalam keheningan pagi yang khidmat, para siswa menunaikan ibadah sunnah tersebut sebagai pembuka hari yang penuh berkah.
Usai shalat, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Bapak Miftahul Arifin juga. Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan keutamaan shalat Dhuha sebagai salah satu amalan yang dapat membuka pintu rezeki serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh, tausiyah tersebut membuat para siswa semakin memahami pentingnya menjaga ibadah sunnah dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana Pondok Ramadan semakin hidup ketika memasuki sesi kultum yang dibawakan oleh para siswa. Secara bergantian, mereka tampil di hadapan teman-temannya dengan penuh percaya diri.
Reva membuka sesi kultum dengan kisah "Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Kota Mekkah ke Madinah", sebuah perjalanan penuh pengorbanan demi menegakkan kebenaran. Dilanjutkan oleh Syifa yang menyampaikan pesan tentang "Indahnya Saling Memaafkan", terutama di bulan Ramadan yang penuh rahmat.
Tak kalah menarik, Daffa mengingatkan teman-temannya bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga latihan kesabaran dan pengendalian diri yaitu Puasa Melatih Kesabaran. Sementara itu, Sindy menutup rangkaian kultum dengan penjelasan mengenai "Keutamaan Zakat", sebagai wujud kepedulian dan berbagi kepada sesama.
Setelah sesi kultum, para siswa melanjutkan kegiatan dengan tadarus Al-Qur’an yang dipandu oleh wali kelas masing-masing. Lantunan ayat suci terdengar dari berbagai sudut kelas, menghadirkan suasana yang menenangkan sekaligus memperdalam kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan penyampaian materi tentang tayammum oleh Bapak Miftahul Arifin. Dalam sesi ini, para siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diperkenalkan tata cara tayammum sebagai alternatif bersuci ketika tidak tersedia air.
Hari kedua Pondok Ramadan di SDN Gapura Barat I pun berlangsung dengan penuh makna. Dari ibadah, ceramah, hingga pembelajaran praktik, seluruh kegiatan dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini.
Di tengah lantunan ayat suci dan nasihat yang menyejukkan hati, Pondok Ramadan bukan sekadar kegiatan rutin tahunan. Ia menjadi ruang tumbuh bagi karakter, tempat para siswa belajar menjadi pribadi yang lebih sabar, pemaaf, dan peduli.
Dan di pagi yang penuh berkah itu, SDN Gapura Barat I seakan mengirim satu pesan sederhana namun kuat: Ramadan bukan hanya dirayakan, tetapi dipelajari, dihayati, dan ditanamkan dalam hati generasi masa depan.