Peluncuran buku dilakukan di hadapan seluruh tamu undangan, wali murid, guru, dan siswa yang hadir dalam acara purnawiyata. Tepuk tangan meriah mengiringi momen bersejarah tersebut sebagai bentuk apresiasi atas semangat literasi yang terus tumbuh di lingkungan sekolah.
Kawah Candradimuka bukan sekadar kumpulan tulisan anak-anak. Buku ini menjadi saksi perjalanan mereka dalam membangun kebiasaan baik yang diharapkan mampu membentuk karakter unggul sejak usia dini. Melalui tulisan sederhana namun penuh makna, para siswa belajar merekam pengalaman, merefleksikan kebiasaan, sekaligus menuangkan gagasan dalam bentuk karya nyata.
Peluncuran buku ini juga menambah deretan karya yang telah berhasil diterbitkan oleh siswa SDN Gapura Barat I. Sebelumnya, pada tahun ajaran 2023/2024, siswa meluncurkan buku antologi puisi berjudul Guratan Asa dengan tema bebas.
Setahun kemudian, pada tahun ajaran 2024/2025, lahir dua buku cerita mini bertema kearifan lokal Madura, yaitu Sangkolan dan Taneyan Lanjang. Kini, Kawah Candradimuka hadir sebagai buku keempat yang memperkaya jejak literasi sekolah.
Kepala SDN Gapura Barat I menyampaikan bahwa program penerbitan buku siswa akan terus diupayakan menjadi agenda tahunan sekolah. Langkah ini dilakukan untuk menumbuhkan budaya literasi yang tidak berhenti pada kegiatan membaca, tetapi juga menghasilkan karya yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Anak-anak perlu dibiasakan bahwa tulisan mereka berharga. Ketika karya mereka dibukukan, mereka akan merasa bangga dan termotivasi untuk terus belajar, membaca, menulis, dan berkarya,” ungkapnya.
Peluncuran Kawah Candradimuka menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk melahirkan karya. Dari sebuah sekolah dasar di ujung Madura, lahir tulisan-tulisan yang tidak hanya mengabadikan cerita, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter bagi masa depan. Sebab, setiap buku yang terbit bukan hanya kumpulan halaman, melainkan jejak mimpi yang berhasil diwujudkan oleh tangan-tangan kecil yang berani berkarya.
Empat buku dalam tiga tahun terakhir bukanlah angka yang biasa untuk ukuran sekolah dasar. Ini adalah capaian yang patut diapresiasi karena menunjukkan bahwa budaya literasi di SDN Gapura Barat I tidak hanya menjadi slogan, melainkan telah tumbuh menjadi gerakan nyata.
Kehadiran Guratan Asa, Sangkolan, Taneyan Lanjang, hingga Kawah Candradimuka membuktikan bahwa siswa mampu menjadi penulis sejak dini ketika diberikan ruang, kesempatan, dan pendampingan yang tepat. Setiap buku yang lahir merupakan hasil dari keberanian anak-anak menuangkan pikiran, perasaan, dan pengalaman mereka ke dalam tulisan.
Lebih dari sekadar menghasilkan buku, program ini telah menanamkan keyakinan kepada siswa bahwa karya mereka layak dibaca, dihargai, dan dikenang. Semoga tradisi launching buku yang terus dijaga oleh SDN Gapura Barat I menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk menumbuhkan generasi yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga berani menulis dan meninggalkan jejak kebaikan melalui karya.